Kamis, 28 Januari 2010

Keterangan Dalam Pola Diagram

Dalam pola diagram ada beberapa elemen yang harus diperhatikan oleh para perajut, yaitu simbol-simbol yang digunakan dalam diagram, cara membaca diagram dan keterangan diagram.

Kita mulai dari gambar contoh pola diagram dibawah ini :





Gambar Pola diatas menggunakan simbol yang sama tetapi memiliki cara baca yang berbeda.
Tanda panah menunjukkan arah darimana kita membaca simbol-simbol yang ada dalam diagram tersebut.
Diagram Jepang :
Setiap baris ganjil dibaca dari arah kanan kekiri dengan tangan kanan yang aktif merajut.
Setiap baris genap dibaca dari arah kiri kekana dengan tangan kiri yang aktif merajut.
Diagram Knit & kniting;
Setiap baris dibaca dari arah kanan ke kiri dengan tangan kanan yang aktif merajut.


Baik diagram Jepang maupun diagram Knit& Knitting memiliki kesamaan dalam membaca keterangan yang berada di dalam diagram.

Angka yang berada di baris paling bawah menunjukkan :
Jumlah kelipatan pilinan  benang dalam satu baris yang harus kamu buat untuk membuat sebuah motif rajutan. Angka-angka inilah yang mempengaruhi kamu, saat akan membuat tusuk awalan (cast on).
Jika kamu perhatikan lebih seksama, angka yang berada pada baris paling bawah ada yang berada tepat diujung motif dan ada yang berada beberapa kolom setelahnya. Hal ini menunjukan penambahan stitch rajutan dalam satu motif.

Angka yang berada di kolom paling kanan menunjukkan :
Jumlah kelipatan baris yang terbentuk untuk sebuah motif rajutan.
Sama seperti halnya diatas, jika kamu perhatikan lebih seksama, angka yang berada pada kolom paling kanan ada yang berada tepat diujung motif dan ada yang berada beberapa baris setelahnya. Hal ini menunjukan penambahan baris rajutan dalam satu motif.

Sedangkan jika kamu menemui kotak kosang tidak bersimbol dalam sebuah diagram, kamu bisa lihat keterangan paling bawahnya. Apakah kotak kosong tersebut menunjukkan knit (tusuk bawah) atau purl (tusuk atas).

kalau kita coba untuk membaca pola diagram dibawah ini:




Pola diagram sebelah kiri (berhadapan)
Tusuk awalan (cast on) yang harus kamu buat : kelipatan 5 (jadi bisa 5, 10,15, 20, 25 dll)
Baris yang harus kamu rajut : kelipatan 6 (jadi bisa 6,12, 18, 24, 32 dll)
Kotak kosong pada diagram menunjukkan kamu harum merajut dengan tusukkan P (purl)/ tusuk atas


Pola diagram sebelah kanan (berhadapan)

Tusuk awalan (cast on) yang harus kamu buat : kelipatan 10 +2  (jadi bisa 12, 22, 32, 42, 52 dll)
Baris yang harus kamu rajut : kelipatan 8 + 3 (jadi bisa 11, 19, 27, 35, 43 dll)
Kotak kosong pada diagram menunjukkan kamu harum merajut dengan tusukkan K (knit)/ tusuk bawah.

Semoga membantu kamu dalam membaca pola rajutan ....

1 komentar:

Chibby Caramel mengatakan...

kelipatan 10 +2 (jadi bisa 12, 22, 32, 42, 52 dll)
kelipatan 8 + 3 (jadi bisa 11, 19, 27, 35, 43 dll)

Yang jadi pertanyaan saya adalah....

Darimana penambahan 2 (10 +2) dan 3 (8+3)nya?

Makasih ^-^