Selasa, 17 Februari 2015

Poncho 2 Face


Poncho dua muka ini hanya memerlukan 200 gr benang berdiameter fine (2) dengan menggunakan jarum berukuran 10mm. Cukup ngepas untuk membuat ponco yang lebih lebar dan kerah Multi fungsi. Walaupun hasilnya di luar yang diinginkan tapi poncho ini tetap hangat dan memiliki dua sisi yang berbeda jadi tetap senang :)





Senin, 09 Februari 2015

Leather & knitting

Memadukan pilinan benang dengan kulit itu menjadi pilihan saya dalam membuat produk produk Byhandkinkin. Walaupun dalam proses pembuatannya banyak mengalami kendala tapi produk yang dihasilkan cukup memuaskan.
Penyempurnaan produk sebanding dengan kesinambungan dalam berkarya dan mencipta.. 



Jumat, 06 Februari 2015

Keranjang




Keranjang rajutan Ini dibuat dengan terpaksa sebetulnya, awalnya diberi rajutan kotak biasa oleh moelyana lalu aku beri gagang dari kulit Dan aku jual di Koloni, Bandung. Eh ternyata langsung laku Dan harus bikin lagi karena banyak 




Kamis, 05 Februari 2015

Leather bag

Membuat tas ransel dari bahan kulit sapi itu adalah impian yang selalu tertunda karena masalah teknik menjahit. Naming akhirnya memutuskan untuk membuat tas tersebut dengan teknik seadanya.

Jumat, 10 Januari 2014

lapton case diawal tahun

Diakhir tahun kemaren dapat pesanan laptop case dari seorang teman yang harusnya beres di akhir tahun kemarin. Karena kemalasan tingkat tinggi akhirnya laptop case ini selesai dengan sempurna di awal tahun ini. Laptop case ini terbuat dari benang kapas berdiameter bulky, dibuat dengan teknik merajut (knitting) dan dipadukan dengan kulit imitasi berwarna coklat muda. Hasilnya cukup menggembirakan ;)

Rabu, 23 Oktober 2013

laptop case & leather


Setelah sekian lama gak posting di blog, bukan berarti males berkarya tapi ya males untuk posting aja hehehe. Di akhir bulan oktober ini akan segera memutuskan tali kemalasan ini untuk posting beberapa karya, di mulai dari laptop case untuk seorang teman. Laptop case ini dari kulit imitasi sisa sisa. 

Senin, 20 Mei 2013

Polaroid case

Setelah mencoba menggabungkan knitting dan leather akhirnya menemukan padanan yang tepat diantara keduanya




Senin, 25 Februari 2013

Sistem Standar Ketebalan Benang Rajut & Renda

(Standard Yarn Weight System for Knitting & Crochet)

Standard Yarn Weight System ini kurang popular atau jarang digunakan oleh para industri benang rajut (knitting) dan renda (crochet) di Indonesia. Padahal standard ini mempermudah para perajut (Knitter) ataupun perenda (crochetter) yang akan berkarya. Hal ini mungkin disebabkan oleh minimnya idustri pembuat knitting /crchetting yarn handmade di Indonesia.

Di Indonesia para knitter ataupun crochetter sering kali disuguhi benang tanpa identitas ataupun keterangan yang memadai. Dibeberapa negara lain identitas benang cukup memadai dari peruntukan benang sampai berat benang tersebut. Idealnya setiap gulung benang terdapat Standard Yarn Weight System.

Standard Yarn Weight System ini bukanlah standard berat benang seperti yang terbaca dari namanya, tetapi adalah standard ketebalan (diameter) dari suatu benang dan penggunaan jarum knitting atau pun jarum crochet sehingga untuk menghasilkan selembar rajutan berukuran 10 x 10cm diperlukan berapa stich atau yang biasa disebut dengan tensi (gauge).

Mari kita amati lebih dalam tentang tabel Standard Yarn Weight
Tabel ini di ambil dari Vogue

Standard Yarn Weight System memiliki 8 baris dimana baris 1 sampai 5 digunakan untuk Knitting sedangkan baris 1, 2, 6, 7, dan 8 digunakan untuk Crochetting.

Standard Yarn Weight System untuk Kniitting :
  • Baris ke 1 adalah Simbol dan nama benang
  • Baris ke 2 adalah jenis benang
  • Baris ke 3 adalah banyaknya chain (rantai) yang dibuat, sehingga menghasilkan ukuran 4'x4' atau 10mm x 10mm.
  • Ukuran jarum rajut dapat terlihat di baris ke 4 dan ke 5. Baris ke 4 adalah ukuran jarum dalam satuan mm, sedangkan pada baris 5 menggunakan standard US (jarang digunakan di Indonesia --> dapat diabaikan)
Standard Yarn Weight System untuk Crochetting :
  • Baris ke 1 adalah Simbol dan nama benang
  • Baris ke 2 adalah jenis benang
  • Baris ke 6 adalah banyaknya cast on (simpul awalan) yang dibuat untuk contoh dengan menggunakan motif stockinette sehingga menghasilkan ukuran 4'x4' atau 10mm x 10mm.
  • Ukuran jarum rajut dapat terlihat di baris ke 4 dan ke 5. Baris ke 7 adalah ukuran jarum dalam satuan mm, sedangkan pada baris 8 menggunakan standard US (jarang digunakan di Indonesia --> dapat diabaikan).
Tapi sayangnya, benang-benang di Indonesia tidak ada yang menggunakan  Standard Yarn Weight System sehingga diperlukan cara untuk mengetahui tensi atau gauge saat akan membuat produk.

(bersambung ke Bagaimana Cara




Bagaimana Cara Menghitung Tensi atau Gauge

Standard Yarn Weight System merupakan patokan para perajut yang senang dengan aturan baku.
Bagi para perajut yang senang mengeksplorasi penggunaan jenis benang dan jarum atau perajutyang menyukai aturan baku tapi Standard Yarn Weight System tidak tersedia di benang yang kamu beli, ada cara menghitung tensi atau gauge rajutan agar produk yang dihasilakan sesuai dengan yang diinginkan. Caranya?
  • Ukurlah produk yang akan dibuat sepanjang apa (dalam cm)
  • Ambilah benang dan jarum yang akan digunakan untuk membuat produk.
  • Lalu rajutlah seseuai motif yang diinginkan sebanyak 10st atau kelipatan motif yang akan dipakai.
  • Rajutlah sekitar 10 baris
  • Ukurlah hasil contoh rajutan tersebut (dalam cm)
  • Lalu hitunglah jumlah stich yang harus dibuat untuk menghasilkan produk yang diinginkan
                                      (10 atau kelipatan motif)x ukuran produk yang akan dibuat
Jumlah stitch yang harus dibuat =  ----------------------------------------------------------------------
                                      panjang contoh hasil rajutan

nah itulah cara menghitung gauge tanpa alat atau tanpa menggunakan Standard Yarn Weight System.
semoga bermanfaat.

Jumat, 22 Februari 2013

Kebaya Rajutan

Setelah sekian lama tidak berbagi cerita, karya dan foto disini, akhirnya waktu ini disempatkan untuk menuliskannya dan menceritakannya.

Beberapa waktu yang lalu, salah satu teman bertandang ke bandung dan meminta saya untuk membuatkannya sebuah jaket seperti yang dipakainya. Dengan pertimbangan kebebasan dalam menggunakan besarnya alat, ya.. akhirnya saya menyetujui permintaannya.


Jenis jarum rajut (Knitting needle) yang digunakan : jarum melingkar (circular needle)
Ukuran jarum rajut : diameter 10 mm panjang jarum 40 cm dan 60 cm
Ukuran benang (diameter benang) : no 6 (Super Bulky)